Kebun Binatang Surabaya (Burung)

Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dulunya merupakan Kebun Binatang tersohor se-Indonesia hingga se-Asia Tenggara, pernah menyandang predikat sebagai kebun binatang yang terlengkap se-Asia Tenggara pada era 1970-an pada masa pengelolaan di bawah Pemerintah Belanda. Yang didalamnya di isi oleh lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda jenisnya dan terdiri lebih dari 2.806 individu macam binatang, baik itu satwa langka Indonesia maupun dunia yang terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, dan Pisces.

KBS

Kebun Binatang ini pertama kali didirikan berdasar SK Gubernur Jenderal Belanda pada tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, yang awalnya mempunyai nama dalam bahasa Belanda “Soerabaiasche Planten-en Dierentuin” yang memiliki arti (Kebun Botani dan Binatang Surabaya). Berdirinya Kebun Botani dan Binatang ini atas jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan binatang dan di dukung oleh beberapa orang penyandang dana.

Memang pada saat itu KBS mengalami perkembangan dan bertambahnya satwa, namun sekarang apa yang ada di benak kita tentang Kebun Binatang Surabaya saat ini sangatlah berbeda dengan yang terjadi di masa lampau. Semua citra baik itu tertutupi dengan hal buruk yang selama ini terjadi dengan satwa di Kebun Binatang tersebut.  Pada awalnya KBS menjadi percontohan bagi Kebun Binatang lainnya, namun sekarang sudah berbeda, KBS lah yang harus mencontoh Kebun Binatang yang lainnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pengelola Kebun Binatang Surabaya menunjukkan bahwa sekitar 130 satwa mati dalam sembilan bulan terakhir, terutama karena serangan penyakit dan kurangnya sarana yang memadai dan tenaga perawat satwa yang berkualitas. “Kematian satwa itu, yang paling pertama karena sudah tua. Kedua karena penyakit, dan ketiga karena sarana prasarana kandang yang kurang memadai, mengakibatkan penyakit mudah muncul, akhirnya penyakit tersebut mudah menular. Keempat, sumber daya manusia di sini kurang (berkualitas),” ujar Tonny Sumampau, Ketua Harian Tim Pengelola Sementara Kebun Binatang Surabaya.  Pernyataan tersebut dikutip dari voaindonesia pada tanggal 11/09/2012.

Diusia 96 tahun,  begitu banyak masalah yang dihadapi oleh pengurus Kebun Binatang Surabaya (KBS), belum lagi masalah sengketa lahan dan pengelolaannya yang diperebutkan oleh dua dinas pemerintahan sampai saat ini masih belum pasti.

Ketua Tim Pengelola Sementara KBS, Hadi Prasetyo, mengatakan bahwa saat ini Kebun Binatang Surabaya masih memiliki 4.020 ekor satwa dari 220 spesies. Padahal, dengan luas dan jumlah kandang yang ada, seharusnya kebun binatang itu maksimal menampung 3 ribu binatang saja. Artinya, ada kelebihan populasi sampai seribu satwa. “Seribu ekor ini ya harus dipindahkan, tapi memindahkanya juga tidak gampang,” kata Hadi.

Akibat penurunan kualitas tersebut maka Kebun Binatang Surabaya juga harus menerima konsekuaensi yang harus ditanggung, berupa penurunan pengunjung dari tahun ketahun dan akan berpengaruh juga pada finansial yang diperoleh dari penjualan tiket masuk.

KBS1

Akibat dari konflik – konflik yang tak kunjung selesai, citra yang kemudian timbul di masyarakat ialah bahwa KBS sudah tidak bagus lagi dan tidak terurus. Mulai dari kepengurusan yang tidak jelas hingga hewan – hewan yang mati. Dilihat dari data jumlah pengunjung yang menurun cukup drastis setahun terakhir, terhitung dari tahun 2009 – 2010. Dilihat dari grafik pengunjung, pada tahun 2009 mencapai angka 1,596,499 pengunjung/tahun, sedangkan di tahun 2010, pengunjung mengalami penurunan pada angka 1,288,336 pengunjung/tahun6. (Kuncoro, 2012)

KBS2

Hasil survey kuisioner pengunjung yang berkunjung ke KBS (Kuncoro, 2012)

Hasil survey terhadap minat anak – anak untuk berkunjung ke KBS menunjukkan bahwa didapatkan sebanyak 38% dari anak – anak cukup sering berkunjung ke KBS, 30% jarang berkunjung, 18% sangat jarang berkunjung & hanya 14% saja yang sering berkunjung, bahkan belum ada anak-anak yang menyatakan sangat sering berkunjung ke KBS. Dari Hasil diatas dapat dilihat bahwa minat masyarakat untuk datang ke KBS sangat rendah pada saat ini.

Berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif yang saya dapatkan tersebut saya mencoba untuk berjalan dan melihat-lihat bagaimanakah kondisi KBS sesungguhnya, apakah sama seperti yang dikatakan orang-orang pada saat ini. Selain itu juga mencoba sedikit menginventarisasi burung-burung liar yang ada di area Kebun Binatang Surabaya. Sesudah tiga kali pengamatan yang saya lakukan ternyata menemukan 17 spesies burung liar yang bebas berkeliaran di luar kandang.

No

Nama Spesies

Nama Indonesia

Family

Jumlah

1

Aegithina tiphia Cipoh Kacat Aeghitinidae

4

2

Collocalia Linchi Walet Linci Apodidae

35

3

Bubulcus ibis Kuntul Kerbau Ardeidae

3

4

Egretta garzetta Kuntul Kecil Ardeidae

2

5

Adeola speciosa Blekok Sawah Ardeidae

6

6

Nycticorax ncyticorax Kowakmalam Abu Ardeidae

16

7

Streptopelia chinensis Tekukur Biasa Columbidae

27

8

Dicaeum trochileum Cabai Jawa Dicaeidae

9

9

Lonchura punctulata Bondol Peking Estrildidae

12

10

Halcyon sancta Cekakak Austalia Halcyonidae

4

11

Cinnyris jugularis Burungmadu Sriganti Nectariniidae

12

12

Passer montanus Burung Gereja Passeridae

17

13

Pycnonotus goiavier Merbah cerukcuk Pycnonotidae

2

14

Pycnonotus aurigaster Cucak Kutilang Pycnonotidae

8

15

Glaucidium castanopterum Beluk-watu Jawa Strigidae

1

16

Acridotheres javanicus Kerak Kerbau Sturnidae

24

17

Zosterops palpebrosus Kacamata Biasa Zosteropidae

3

Dilihat dari keberadaan lokasi yang berada di tengah-tengah kota Surabaya, Kebun Binatang ini merupakan salah satu RTH yang cukup luas dan juga dapat membantu menyerap karbon pada kota Surabaya hingga saat ini.

Beberapa exsotike avivauna yang nyangkut di kamera di luar kandang dan dalam kandang KBS :

Iklan

Posted on Januari 3, 2013, in Karangan Bebas, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: