Rote Endao

Rote Endao, merupakan suatu kabupaten yang terletak pada wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nama kabupaten ini diambil dari nama pulau Rote dan pulau Endao, Rote sendiri merupakan wilayah paling selatan Indonesia. Pada buku-buku panduan pulau Rote lebih dikenal dengan nama pulau Roti. Wilayahnya yang terdapat di ujung selatan Indonesia dan akses yang cukup sulit, menjadikannya kurang dijadikan wisatawan sebagai list dalam kunjungan wisata mereka. Akan tetapi keindahan pulau ini sangatlah luar biasa dengan budayanya yang khas dipadukan keindahan alam berupa perbukitan, lembah berbatu, dan hamparan pantai dengan pasir putihnya.

Perjalanan ke pulau ini dapat dituju dengan menggunakan jalur udara ataupun jalur laut dari Kupang. Perjalanan udara kurang diminati karena harganya yang cukup mahal, dan penerbangan dari bandara El-Tari Kupang menuju bandara Lekunik hanya berjarak tempuh berkisar 15 menit. Transportasi udara Kupang – Rote PP terdapat dua maskapai penerbangan yakni Merpati Air Lines yang melayani penerbangan 1 kali seminggu pada hari jumat dengan pesawat jenis Cassa 212, dan Transnusa Trigana Air dengan penerbangan tiga kali seminggu pada hari senin, rabu, dan sabtu dengan pesawat jenis ATR 42.

IMG_7661

Untuk perjalanan laut terdapat dua alternatif yakni dengan menggunakan kapal feri dengan rute dari pelabuhan Tenau Kupang menuju pelabuhan Pantai Baru Rote dimana perjalanan dilakukan sekitar 5-6 jam, atau dengan menggunakan kapal cepat menuju Kota Ba’a dengan jarak tempuh sekitar 2-3 jam.

Seluruh wilayah pulau ini terlihat kering karena dipengaruhi oleh angin muson dengan musim hujan relatif pendek (3-4 bulan) dan curah hujan yang sedikit. Tidak mengherankan jika seluruh pemandangan di tepi perjalanan dipenuhi dengan padang rumput berupa sabana. Tetapi terdapat beberapa wilayah dengan tipe vegetasi berupa hutan hujan dataran rendah, tetapi hanya sedikit penutupannya.

Savana

Dan ketika melakukan perjalanan melalui jalur darat dari pelabuhan Pantai Baru menuju Kota Ba’a yang dimana merupakan pusat Pemerintahan dari Kabupaten Rote Endao, maka anda akan melihat 2 bukit batu besar yang tedapat di tepi pantai. Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Batu Termanu yang menurut kepercayaan masyarakat sekitar batu itu merupakan jelmaan dari sepasang kekasih yang terkena kutukan, dan ada juga yang menyebutkan kalau batu tersebut merupakan pulau yang bergerak dan akhirnya Pemimpin adat setempat memaku batu tersebut agar tidak berjalan lagi.

Termanu

Diantara dua tanjung dari batu tersebut terdapat teluk berupa hamparan pasir yang indah. Karena jarang sekali ada wisatawan jadi pantai ini masih sepi dan hanya terlihat warga sekitar yang mencari ikan dengan menggunakan jaring tangan sederhana. Pasir putih dipadukan air laut yang biru dan jernih dengan pepohonan lontar menjulang, semua tersedia di teluk Termanu.

Tidak hanya keindahan bentang alamnya, tetapi juga keanekaragaman burung di daerah ini cukup menarik. Karena berada pada garis Wallacea dan tak jauh dari Benua Australia, jenis-jenis burung yang ada disini cukup beragam dan sangat khas. Ketika matahari pagi mulai menghangat kicauan dan aktifitas berupa gerakan dari burung-burung ketika berpindah ranting, dengan diiringi gemuruh ombak kecil yang selaras berpadu indah seperti dawaian dari senar pada alat musik sasando dan gendang. Tak sabar untuk menikati nyayian dan tarian alam yang telah disuguhkan oleh tuhan YME di pagi itu, akhirnya bergegaslah berjalan-jalan keliling daerah tersebut. Beberapa spesies burung yang terdapat di daerah itu juga tersangkut dalam frame kamera.

Warung

Matahari mulai terletak tepat diatas kepala, udara yang kering dan panas mulai menyengat raga. Ternyata ada penduduk sekitar yang katanya istri dari kepala adat daerah atau dusun yang membuka warung di pinggiran pantai, es kelapa muda dan sari lontar siap dihidangkan. “Sruput dulu bung..” dengan menenggak satu gelas es kelapa muda sambil mendengarkan kisah dan pengalaman dari bapak kepala adat setempat tentang daerahnya.

Iklan

Posted on Juli 9, 2013, in Karangan Bebas, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: